Pages

Minggu, 25 November 2012

Resensi Karya Sastra: BEKISAR MERAH


Judul                          : Bekisar Merah
Penulis/Pengarang  : Ahmad Tohari
Penerbit                    : PT Gramedia Pustaka Utama

           

Seorang gadis dari desa Karangsoga yang bernama Lasiyah. Dia gadis yang sangat cantik, kulitnya putih, bersih, rambutnya lurus dan hitam, wajahnya seperti orang Jepang. Hal itu memang pantas karena ayahnya seorang tentara Jepang yang dulu sedang berperang di desa Karangsoga. Gadis Jepang ini sering dibuat bahan pembicaraaan oleh para tetangganya. Selain karena kecantikannya belum ada yang melebihinya juga karena dia merupakan anak hasil pemerkosaan oleh tentara Jepang.
            Setelah lulus dari SD Lasi menikah dengan keponakan ayah tirinya, Darsa. Darsa adalah salah satu penyadap nira di desa Karangsoga. Untuk menghidupi keluarganya, para penduduk Karangsogamenyadap nira untuk dijadikan gula merah. Akan tetapi pernikahan Darsa dan Lasi berakhir. Karena Darsa dipaksa oleh Bunek untuk menikahi anaknya, Sipah. Permintaan Bunek ini sebagai imbalan karena dia relah menyembuhkan penyakit Darsa yang lumpuh kira-kira selama satu bulan.
           

       Mendengar berita yang pahit ini, akhirnya Lasi melarikan diri dari Karangsoga. Ia ikut tetangganya, Pardi seorang sopir truk pengangkut gula merah ke Jakarta. Di Jakarta, Lasi menginap sementara di warung Bu Koneng. Lasi di jual oleh Bu Koneng kepada Bu Lanting dengan imbalan berupa cincin emas. Namun Lasi tidak mengetahui hal itu. Bu Lanting sangat baik terhadap Lasi sampai Lasi sangat percaya kepadanya. Akan tetapi dibalik tirai kebaikannya Bu Lanting bermaksud untuk menukarkan Lasi dengan mobil Mercedes milik seorang lelaki yang kaya raya, Handarbeni. Akhirnya pada sutau hari Lasi menikah dengan Handarbeni. Akhirnya Lasi menjadi seorang yang kaya raya.
Ia pulang ke Karangsoga dengan suaminya, Handarbeni. Ia merenofasi rumah emaknya yang mau rubuh. Namun Lasi menganggap pernikahannya dengan Handarbeni hanya main-main. Ia akan meminta cerai dengan hardarbeni dan ingin menikah dengan anak Pak Tir juragan gula, Kanjat. Dulu di waktu kecil Kanjat teman bermain Lasi. Kanjat sangat mencintai Lasi sejak masih kecil.
Menurut sata kelebihan dari novel ini adalah mengandung pesan yang dapat kita ambil yaitu kita jangan mudah percaya dengan orang yang belum begitu kenal dengan kita dan jnagn mudah terpengaruh dengan kebaikna seseorang karena di balik kebaikannya pasti ada maksud tertentu. Selain itu novel ini dilengkapi dengan kata terjemahan bila menggunakan kat asing sehingga tidak membingungkan pembaca.   


                                                                                               


                                                                 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar